SURABAYA – KSO SCISI mengadakan forum pembaruan regulasi di Surabaya pada Selasa (19/5) untuk membahas isu krusial mengenai sertifikasi halal dan Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam konteks barang impor. Dalam acara ini, hadir pelaku usaha, importir, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk mendiskusikan kesiapan dunia usaha dalam menghadapi perubahan aturan impor yang semakin kompleks.
Wakil Pimpinan KSO SCISI, Rohindra Meison, menekankan bahwa dinamika regulasi impor saat ini berlangsung sangat cepat, sehingga pelaku usaha dituntut untuk lebih adaptif. “Pelaku usaha harus siap memenuhi berbagai ketentuan, termasuk proses sertifikasi SNI dan sertifikasi halal yang kini menjadi fokus utama dalam tata niaga impor nasional,” ungkapnya.
KSO SCISI secara konsisten mengadakan sesi pembaruan regulasi sebagai platform untuk berbagi informasi dan berdiskusi mengenai perkembangan terbaru yang relevan bagi pelaku usaha. Dalam forum kali ini, tema yang diangkat adalah ‘Memahami Persiapan untuk Kepatuhan Regulasi Impor’, dengan fokus utama pada persiapan sertifikasi SNI dan halal untuk barang impor.
Rohindra berharap agar pelaku usaha dapat lebih memahami langkah-langkah strategis dalam memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa KSO SCISI tidak hanya menyediakan layanan verifikasi dan penelusuran teknis impor (VPTI), tetapi juga memberikan edukasi dan pendampingan kepada para pelanggan.
KSO SCISI mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha untuk terus memperbarui pengetahuan mereka mengenai regulasi impor terbaru, khususnya terkait sertifikasi SNI dan halal, demi kelancaran proses impor dan kepatuhan terhadap regulasi yang ditetapkan. Dengan memahami dan mematuhi regulasi ini, diharapkan pelaku usaha dapat berkontribusi pada tata niaga yang lebih baik dan berkelanjutan di Indonesia.
